paytren berkat abadi indonesia internasional challenge 2018
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest

suasana konferensi pers paytren berkat abadi indonesia internasional challenge 2018

 

Sebanyak 14 Negara akan bersaing di kejuaraan bulu tangkis Paytren Berkat Abadi Indonesia internasional Challenge 2018. Kejuaraan yang masuk di kalender resmi BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) di GOR Sudirman, Surabaya, 23 hingga 28 Oktober mendatang.

Paytren Berkat Abadi Indonesia Internasional Challenge 2018

‘’Ada 14 negara yang ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Total ada 366 atlet dengan Jepang menjadi negara selain Indonesia yang mengirim pebulu tangkis terbanyak,’’ kata Ketua Panpel Paytren Berkat Abadi Indonesia International Challenge 2018 Martinus Rudianto kemarin. Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Oei Wijanarko Adi Mulya mengatakan, ajang ini merupakan langkah awal bagi atlet muda untuk meningkatkan kualitas ke level lebih tinggi.

“Jadi, PP PBSI memiliki program pembinaan lewat level terbawah seperti Paytren Berkat Abadi Indonesia internasional Challenge 2018 agar mereka bisa bersaing dengan pemain senior. Menang atau kalah akan jadi penilaian bagi kami untuk mencari atlet potensi ke depannya,” ujar Wijar.

Ke-14 negara itu selain tuan rumah Indonesia, juga Jepang, China Taipei, Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Laos, Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, Inggris dan India. Dalam ajang yang menyediakan hadiah total USD 25 ribu itu, tuan rumah menurunkan 229 atlet. Sementara negara asing yang mengirim terbanyak adalah Jepang dengan 53 pebulu tangkis. ‘’Pelatnas Cipayung ikut memanaskan persaingan juara. Mereka sudah mendaftarkan 43 pebulu tangkis,’’ tambah Ketua Umum PBSI Jatim Wijanarko Adi Mulya.

Event Paytren Berkat Abadi Indonesia internasional Challenge 2018 ini disponsori oleh PayTren yaitu sebuah aplikasi transaksi berbasis smartphone.PayTren didirikan oleh Ustadz Yusuf Mansur dengan perusahaan bernama PT. Veritra Sentosa Internasional. Dalam konferensi pers PayTren diwakili oleh Duta PayTren Bpk Jasman Sumadji mengatakan Paytren selaku sponsor memberikan dukungan penuh untuk kemajuan bulu tangkis di Indonesia. Kami berharap prestasi atlet bulu tangkis Indonesia bisa terus meraih juara di ajang internasional.

Baca juga  Sedekah Online Akhir Tahun Bencana Alam Indonesia - PPPA Daarul Quran

Pada kejuaraan ini diikuti oleh 366 atlet dari 14 negara yakni Indonesia, Jepang , Taipei , Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Laos, Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, Inggris dan India. Dalam ajang yang menyediakan hadiah total USD 25 ribu itu, tuan rumah menurunkan 229 atlet. Sementara negara asing yang mengirim terbanyak adalah Jepang dengan 53 pebulu tangkis.

Di antara nama yang didaftarkan memang bukan lapis utama dan rata-rata adalah pemain muda. Namun, mereka akan menjadi tumpuan Indonesia di masa mendatang. Di tunggal putra terdapat nama Chico Aura Dwi Wardoyo dan Ikhsan Leonardo Emanuel Rumbay. Saat didaftarkan, Chico ada di ranking 145 dunia sementara Ikhsan menduduki peringkat 280.

Menariknya, di nomor ganda campuran terdapat nama pasangan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami. Mereka baru saja menjadi juara di ajang level Taipei Open yang merupakan level super 300. ‘’Persaingan tetap akan ketat. Harapannya memang wakil Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan bermain di Surabaya bisa menjadi juara,’’ terang Wijar, sapaan karib Wijanarko Adi Mulya.

Ada pula beberapa pemain senior seperit Sony Dwi Kuncoro, Wisnu Yuli Prasetyo, serta Hendra Aprida Gunawan. Ia optimistis dan berharap atlet-atletnya dapat menyapu bersih semua nomor yang dipertandingkan. “Meski lawan yang dihadapi tidak mudah seperti atlet dari Jepang, Thailand dan Korea. Namun kami berharap para atlet bisa mendapatkan pengalaman tanding, untuk meningkatkan levelnya,” pungkasnya

Challenge merupalan turnamen yang masuk grade 3 dalam kalender BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). Kali terakhir Indonesia Challenge dilaksanakan di Surabaya pada 2015. Saat itu juara tunggal putra jatuh ke tangan Jonatan Christie, yang ketika itu masih berusia 18 tahun. Di final, dia yang mengalahkan pebulu tangkis senior Alamsyah Yunus. Kini Jojo, sapaan karib Jonatan Christie menjadi salah satu tunggal andalan Indonesia. Namanya melejit saat meraih emas perorangan di Asian Games September lalu.

Baca juga  Tak Lama Lagi, PayTren Akan Masuk Ke Pasar Modal Syariah

Dan tahun 2018 ini menjadi kebanggan bagi PayTren untuk berkontribusi bagi kemajuan olahraga di Indonesia seperti Badminton. Sebelumnya di bidang olahraga sepak bola Paytren juga mempunyai sayap bisnis di bidang sepakbola dengan mendirikan ISYM ( Indra Sjafri Yusuf Mansur ) dan telah mensponsori bebera klub dari liga 1, 2 dan 3.

Pin It on Pinterest